- Berhentilah jangan salah gunakan, kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan. – (Puing – album Sarjana Muda 198)
- Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu. – (Bangunlah Putra-Putri Pertiwi – album Sarjana Muda 1981)
- Cepatlah besar matahariku, menangis yang keras janganlah ragu, hantamlah sombongnya dunia buah hatiku, doa kami dinadimu. – (Galang Rambu Anarki – album Opini 1982)
- Jalan masih teramat jauh, mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh. – (Maaf Cintaku - album Sugali 1984)
- Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari, bila luka di kaki belum terobati. – (Berkacalah Jakarta - album Sugali 1984)
- Riak gelombang suatu rintangan, ingat itu pasti kan datang, karang tajam sepintas seram, usah gentar bersatu terjang. – (Cik - album Sore Tugu Pancoran 1985)
- Aku tak sanggup berjanji, hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah. – (Entah - album Ethiopia 1986)
- Mengapa bunga harus layu?, setelah kumbang dapatkan madu, mengapa kumbang harus ingkar?, setelah bunga tak lagi mekar. – (Bunga-Bunga Kumbang-Kumbang - album Ethiopia 1986)
- Ternyata banyak hal yang tak selesai hanya dengan amarah. – (Ya Ya Ya Oh Ya - album Aku Sayang Kamu 1986)
- Dalam hari selalu ada kemungkinan, dalam hari pasti ada kesempatan. – (Selamat Tinggal Malam - album Aku Sayang Kamu 1986)
- Kota adalah hutan belantara akal kuat dan berakar, menjurai di depan mata siap menjerat leher kita. – (Kota - album Aku Sayang Kamu 1986)
- Jangan kita berpangku tangan, teruskan hasil perjuangan dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan. – (Lancar - album Lancar 1987)
- Jangan ragu jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang jangan hanya diam. – (Surat Buat Wakil Rakyat - album Wakil Rakyat 1987)
- Kau anak harapanku yang lahir di zaman gersang, segala sesuatu ada harga karena uang. – (Nak - album 1910 1988)
- Sampai kapan mimpi-mimpi itu kita beli?, sampai nanti sampai habis terjual harga diri. – (Mimpi Yang Terbeli - album 1910 1988)
- Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, Ibu. – (Ibu - album 1910 1988)
- Memang usia kita muda namun cinta soal hati, biar mereka bicara telinga kita terkunci. – (Buku Ini Aku Pinjam - album 1910 1988)
- Dendam ada dimana mana di jantungku, di jantungmu, di jantung hari-hari. – (Ada Lagi Yang Mati - album 1910 1988)
- Hangatkan tubuh di cerah pagi pada matahari, keringkan hati yang penuh tangis walau hanya sesaat. – (Perempuan Malam - album Mata Dewa 1989)
- Kucoba berkaca pada jejak yang ada, ternyata aku sudah tertinggal, bahkan jauh tertinggal. – (Nona - album Mata Dewa 1989)
- Oh ya! ya nasib, nasibmu jelas bukan nasibku, oh ya! ya takdir, takdirmu jelas bukan takdirku. – (Oh Ya! - album Swami 1989)
- Wahai kawan hei kawan, bangunlah dari tidurmu, masih ada waktu untuk kita berbuat, luka di bumi ini milik bersama, buanglah mimpi-mimpi. – (Eseks eseks udug udug (Nyanyian Ujung Gang) - album Swami 1989)
- Api revolusi, haruskah padam digantikan figur yang tak pasti?. – (Condet - album Swami 1989)
- Kalau cinta sudah di buang, jangan harap keadilan akan datang. – (Bongkar - album Swami 1989)
- Kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang diperkuda jabatan”. – (Bongkar - album Swami 1989)
- Orang tua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta. – (Bongkar - album Swami 1989)
- Satu luka perasaan, maki puji dan hinaan, tidak merubah sang jagoan menjadi makhluk picisan. – (Rajawali - album Kantata Takwa 1990)
- Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. – (Paman Doblang - album Kantata Takwa 1990)
- Mereka yang pernah kalah, belum tentu menyerah. – (Orang-Orang Kalah - album Kantata Takwa 1990)
- Aku rasa hidup tanpa jiwa, orang yang miskin ataupun kaya sama ganasnya terhadap harta. – (Nocturno - album Kantata Takwa 1990)
- Orang-orang harus dibangunkan, kenyataan harus dikabarkan, aku bernyanyi menjadi saksi. – (Kesaksian - album Kantata Takwa 1990)
- Ingatlah Allah yang menciptakan, Allah tempatku berpegang dan bertawakal, Allah maha tinggi dan maha esa, Allah maha lembut. – (Kantata Takwa - album Kantata Takwa 1990)
- Kebimbangan lahirkan gelisah, jiwa gelisah bagai halilintar. – (Gelisah - album Kantata Takwa 1990)
- Bagaimanapun aku harus kembali, walau berat aku rasa kau mengerti. – (Air Mata - album Kantata Takwa 1990)
- Alam semesta menerima perlakuan sia-sia, di racun jalan napasnya diperkosa kesuburannya. – (Untuk Bram - album Cikal 1991)
- Duhai langit, duhai bumi, duhai alam raya, kuserahkan ragaku padamu, duhai ada, duhai tiada, duhai cinta, ku percaya. – (Pulang Kerja - album Cikal 1991)
- Dimana kehidupan disitulah jawaban. – (Alam Malam - album Cikal 1991)
- Ada dan tak ada nyatanya ada. – (Ada - album Cikal 1991)
- Aku sering ditikam cinta, pernah dilemparkan badai, tapi aku tetap berdiri. – (Nyanyian Jiwa - album Swami Il 1991)
- Aku mau jujur, jujur saja, bicara apa adanya, aku tak mau mengingkari hati nurani. – (Hio - album Swami Il 1991)
- Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta walau aku tahu tak terdengar, jariku menari tetap tak akan berhenti sampai wajah tak murung lagi. – (Di Mata Air Tidak Ada Air Mata - album Belum Ada Judul 1992)
- Mengapa besar selalu menang?, bebas berbuat sewenang wenang, mengapa kecil selalu tersingkir?, harus mengalah dan menyingkir. – (Besar Dan Kecil - album Belum Ada Judul 1992)
- Angin pagi dan nyanyian sekelompok anak muda mengusik ingatanku, aku ingat mimpiku, aku ingat harapan yang semakin hari semakin panjang tak berujung. – (Aku Disini - album Belum Ada Judul 1992)
- Jalani hidup, tenang tenang tenanglah seperti karang. – (Lagu Satu - album Hijau 1992)
- Sebentar lagi kita akan menjual air mata kita sendiri, karena air mata kita adalah air kehidupan. – (Lagu Dua - album Hijau 1992)
- Kita harus mulai bekerja, persoalan begitu menantang, satu niat satulah darah kita, kamu adalah kamu aku adalah aku. – (Lagu Tiga - album Hijau 1992)
- Kenapa kebenaran tak lagi dicari?, sudah tak pentingkah bagi manusia?. – (Lagu Empat- album Hijau 1992)
- Kenapa banyak orang ingin menang?, apakah itu hasil akhir kehidupan?. – (Lagu Empat- album Hijau 1992)
- Anjingku menggonggong protes pada situasi, hatiku melolong protes pada kamu. – (Lagu Lima - album Hijau 1992)
- Biar keadilan sulit terpenuhi, biar kedamaian sulit terpenuhi, kami berdiri menjaga dirimu. – (Karena Kau Bunda Kami - album Dalbo 1993)
- Apa jadinya jika mulut dilarang bicara?, apa jadinya jika mata dilarang melihat?, apa jadinya jika telinga dilarang mendengar?, jadilah robot tanpa nyawa yang hanya mengabdi pada perintah. – (Hura Hura Huru Hara - album Dalbo 1993)
- Tertawa itu sehat, menipu itu jahat. – (Hua Ha Ha - album Dalbo 1993)
- Nyanyian duka nyanyian suka, tarian duka tarian suka, apakah ada bedanya?. – (Terminal – single 1994)
- Waktu terus bergulir, kita akan pergi dan ditinggal pergi. – (Satu Satu – album Orang Gila 1994)
- Pelan-pelan sayang kalau mulai bosan, jangan marah-marah nanti cepat mati, santai sajalah. – (Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994)
- Mau insaf susah, desa sudah menjadi kota. – (Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994)
- Pertemuan dan perpisahan, dimana awal akhirnya?, dimana bedanya?. – (Doa Dalam Sunyi – album Orang Gila 1994)
- Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik diam saja. – (Awang Awang – album Orang Gila 1994)
- Bagaimana bisa mengerti?, sedang kita belum berpikir, bagaimana bisa dianggap diam?, sedang kita belum bicara. – (Awang Awang – album Orang Gila 1994)
- Aku bukan seperti nyamuk yang menghisap darahmu, aku manusia yang berbuat sesuai aturan dan keinginan. – (Nasib Nyamuk – album Anak Wayang 1994)
- Oh susahnya hidup, urusan hati belum selesai, rumah tetangga digusur raksasa, pengusaha zaman merdeka. – (Oh – single 1995)
- Aku disampingmu begitu pasti, yang tak kumengerti masih saja terasa sepi. – (Mata Hati – album Mata Hati 1995)
- Sang jari menari jangan berhenti, kupasrahkan diriku di genggaman-Mu. – (Lagu Pemanjat – album Lagu Pemanjat 1996)
- Lepaslah belenggu ragu yang membelit hati, melangkah dengan pasti menuju gerbang baru. – (Songsonglah – album Kantata Samsara 1998)
- Berani konsekuen pertanda jantan. – (Nyanyian Preman – album Kantata Samsara 1998)
- Dengarlah suara bening dalam hatimu, biarlah nuranimu berbicara. – (Langgam Lawu – album Kantata Samsara 1998)
- Matinya seorang penyaksi bukan matinya kesaksian. – (Lagu Buat Penyaksi – album Kantata Samsara 1998)
- Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut, walau hati panas bahkan terbakar sekalipun. – (Di Ujung Abad - album Suara Hati 2002)
- Jangan goyah percayalah teman perang itu melawan diri sendiri, selamat datang kemerdekaan kalau kita mampu menahan diri. – (Dendam Damai - album Suara Hati 2002)
- Berdoalah sambil berusaha, agar hidup jadi tak sia-sia. – (Doa - album Suara Hati 2002)
- Harta dunia jadi penggoda, membuat miskin jiwa kita. – (Seperti Matahari - album Suara Hati 2002)
- Memberi itu terangkan hati, seperti matahari yang menyinari bumi. – (Seperti Matahari - album Suara Hati 2002)
- Jangan heran korupsi menjadi jadi, habis itulah yang diajarkan. – (Politik Uang – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Gelombang cinta gelombang kesadaran merobek langit yang mendung, menyongsong hari esok yang lebih baik. – (Para Tentara – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Terhadap yang benar saja sewenang wenang, apalagi yang salah. – (Mungkin – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Begitu mudahnya nyawa melayang, padahal tanpa diundang pun kematian pasti datang. – (Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Dunia kita satu, kenapa kita tidak bersatu?. – (Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Urus saja moralmu urus saja akhlakmu, peraturan yang sehat yang kami mau. – (Manusia Setengah Dewa – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Di lumbung kita menabung, datang paceklik kita tak bingung. – (Desa – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Tutup lubang gali lubang falsafah hidup jaman sekarang. – (Dan Orde Paling Baru – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Buktikan, buktikan!, kalau hanya omong burung beo pun bisa. – (Buktikan – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Dunia politik dunia bintang, dunia hura-hura para binatang. – (Asik Nggak Asik – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Dewa-dewa kerjanya berpesta, sambil nyogok bangsa manusia. – (17 Juli 1996 – album Manusia Setengah Dewa 2004)
- Tanam-tanam pohon kehidupan, siram-siram sirami dengan sayang, tanam tanam tanam masa depan, benalu-benalu kita bersihkan. – (Tanam-Tanam Siram-Siram – single 2006)
- Ada apa gerangan mengapa mesti tergesa gesa, tak bisakah tenang menikmati bulan penuh dan bintang. – (Haruskah Pergi – 2006)
- Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya, soal lama pergi soal baru datang. – (Selancar – 2006)
- Jaman berubah perilaku tak berubah, orang berubah tingkah laku tak berubah. – (Rubah – album 50:50 2007)
- Satu hilang seribu terbilang, patah tumbuh hilang berganti. – (Pulanglah – album 50:50 2007)
- Hidup ini indah berdua semua mudah, yakinlah melangkah jangan lagi gelisah. – (KaSaCiMa – album 50:50 2007)
- Tak ada yang lepas dari kematian, tak ada yang bisa sembunyi dari kematian, pasti. – (Ikan-Ikan – album 50:50 2007)
- Ada kamu yang mengatur ini semua tapi rasanya percuma, ada juga yang janjikan indahnya surga tapi neraka terasa. – (Cemburu – album 50:50 2007)
- Hukum alam berjalan menggilas ludah, hukum Tuhan katakan “Sabar”!. – (Kemarau – uncassette)
- Yang pasti hidup ini keras, tabahlah terimalah. – (Joned – uncassette)
- Oh negeriku sayang bangkit kembali, jangan berkecil hati bangkit kembali. – (Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)
- Oh yang ditinggalkan tabahlah sayang, ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang. – (Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)
- Tuhan ampunilah kami, ampuni dosa-dosa kami, ampuni kesombongan kami, ampuni bangsa kami, terimalah di sisi-Mu korban bencana ini. – (Saat Minggu Masih Pagi – uncassette)
- Nyatakan saja apa yang terasa walau pahit biasanya, jangan disimpan jangan dipendam, merdekakan jiwa. – (Nyatakan Saja – uncassette)
- Usiamu tak lagi muda untuk terus terusan terjajah, jangan lagi membungkuk bungkuk agar dunia mengakuimu. – (Merdeka – uncassette)
- Kau paksa kami untuk menahan luka ini, sedangkan kau sendiri telah lupa. – (Luka Lama – uncassette)
- Oh Tuhan tolonglah, lindungi kami dari kekhilafan, oh ya Tuhan tolonglah, Ramadhan mengetuk hati orang orang yang gila perang. (Selamat Tinggal Ramadhan – uncassette)
Jumat, 03 Agustus 2012
100 KATA-KATA MOTIVASI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar